Ribuan Masyarakat Jawa Timur Larut dalam Mujahadah Nishfussanah Wahidiyah Ke-54

Ribuan Masyarakat Jawa Timur Larut dalam Mujahadah Nishfussanah Wahidiyah Ke-54

 

Sholawat Wahidiyah yang di susun oleh K.H Abdul Madjid Ma’roef Putra dari KH. Muhammad Ma’roef RA pendiri Pondok Pesantren Kedunglo Kediri Jawa Timur.  Sholawat Wahidiyah menyebar pesat seantero negeri yang memiliki tujuan terwujudnya keselamatan, kedamaian, kesejahteraan dan kebahagiaan hidup lahir batin, matereil dan spirituil di dunia dan di akhirat bagi masyarakat umat manusia seluruh dunia.

Mujahadah Nisfussanah diselenggarakan oleh Penyiar Sholawat Wahidiyah yang bertempat di Bertempat di Lahan Blok Monumen, Dsn Wonokerto Lor Desa Wonoplintahan, Kec Prambon, Kab Sidoarjo, Jawa Timur dimulai acara pukul 20.00 WIB. Kegiatan ini dalam rangka Do’a Bersama untuk Kesejahteraan Bangsa dan Negara Menuju Sadar Fafirruu Ilallooh Wa Rosuulihi SAW. Kesempatan ini kuliah wahidiyah di sampaikan oleh K. Masrur Daroini (Ketua DPW PSW Jakarta).

Acara ini di buka dengan pembacaan ayat suci Al-Quran , Muqodimah Sholawat Wahidiyah dan sambutan, sambutan pertama oleh Ust Ahmad Masrur perwakilan Dewan Pimpinan Wilayah Provinsi Jawa Timur, kedua bapak Kayan S.H. Wakil DPRD Sidoarjo perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan Bpk. K. Harun Kusaijin Perwakilan dari Dewan Pimpinan Pusat PSW.

Mujahadah kali ini dikuti kurang lebih 50.000 peserta yang berasal dari berbagi penjuru kabupaten di Jawa Timur. Pesertanya Mujahadahpun bervariasi mulai dari  ibu-ibu, bapak-bapak, remaja, hingga anak-anak. Team Redaksi wahidiyahjatim,com mencoba melakukan beberapa wawancara kebeberapa hadirin dan masyarakat sekitar.

Wawancara Pertama Ibu Ratih Puspita Dewi usia 34 Tahun

Pertanyaan: Bagaimana Pendapat ibu setelah mengikuti acara Mujahadah Nishfusanah Ke- 45?

“Dulu sebelum saya mengenal shalawat wahidiyah, saya hanya bisa mengenal ajaran islam dasarnya saja, berbeda ketika saya kemarin mengikuti pengajian dirumah salah satu ibu-ibu yang sudah pengamal sholawat wahidiyah, hati saya merasa nyaman, tentram, beda sekali dengan pengajian yang selama ini saya ikuti, hanya seperti pengajian pada umumnya tidak ada yang spesial dihati, entah mengapa?” ucap ibu Ratih sambil menyunggingkan senyum di wajahnya.

Wawancara kedua kedua ibu Siti Machfurotin usia 45 Tahun (Pengamal Sholawat Wahidiyah)

Pertanyaan: Bagaimana tanggapan ibu ketika ada acara mujahadah nisfussanah wahidiyah pada malam minggu kemarin?

“Alhamdulilah, semakin bertambah rasa mahabbah (cinta) kepada Allah Wa Rasuulihi SAW, insyaallah akan melekat selamanya” Tutur beliau ibu Siti Machfurotin

Wawancara ketiga bapak Ahmad 55 Tahun  (pedagang di sekitar tempat acara mujahadah)

“Menurut saya acara ini sangat baik sekali, kerena dalam acara seperti ini jarang sekali ada seorang remaja yang mau menghadiri acara pengajian. Acara ini sangat bagus, bukan masalah Se-Jawa Timurnya, tapi yang saya nilai itu pada kekompakannya, dapat mengajak ribuan remaja ikut pengajian yang notabene suka hura-hura yang tidak jelas” ungkap bapak Ahmad.

Sebelum pelaksanaan acara mujahadah nishfussanah sudah disambut dengan mujahadah penyongsongan yang di lakukan oleh masing-masing PSW Kabupaten Se-Jawa Timur. Tiga hari  sebelum pelaksanaan diadakan penyiaran sholawat wahidiyah di daerah sekitar. Hal tersebut sangat positif disamping mengajak masyarakat sekitar untuk hadir dlm acara Mujahadah Nishfussanah juga sebagai pengenalan sholawat wahidiyah di masyarakat umum.

Begitulah acara Mujahadah Nisfussanah Wahidiyah Ke-54 menjadi salah satu bentuk kegiatan untuk pengingat dan penambah cinta kita terhadap Allah Wa Rosuulihi SAW, tak hanya itu dengan banyaknya masyarakat yang hadir tentunya acara ini menjadi salah satu sarana doa bersama dan silaturrahim antar umat islam khususnya dan masyarakat Jawa Timur pada umumnya. [Iis Infokom Jatim]

redaksiinfokom

redaksiinfokom

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Abror
Abror
Asalamualaikum 👋
Ada yang bisa saya bantu?
Just Now